Recent Posts

    Ketahui 5 Tujuan Menulis Agar Tetap Konsisten

     


    Pernah nggak kalian ketika memulai sesuatu yang disukai, lantas memikirkan sebenarnya apa sih tujuan gue suka ngelakuin itu?

    Apa hanya sekedar suka tanpa ada tujuan yang jelas? Atau sebenarnya sudah ada tujuan tapi masih merasa ragu-ragu?

    Seperti halnya tembok, pemikiran-pemikiran seperti itu tentu sangat menghalangi konsistensi Anda dalam menulis. 

    Memang, dalam melakukan sesuatu haruslah ada tujuannya, tapi kalau dipikir-pikir lagi tidak ada yang salah dengan menulis, kan? 

    Justru kegiatan menulis adalah kegiatan positif yang banyak manfaatnya dan termasuk kegiatan produktif yang menghasilkan karya.

    Nah, supaya Anda tetap konsisten, ada beberapa hal atau tujuan baik dari menulis yang akan saya paparkan. 

    Langsung saja, simak di bawah ini :

    1. Berdakwah

    Adalah hal keliru jika menganggap aktivitas dakwah hanya sebatas ceramah di atas mimbar yang dilakukan oleh Kiai atau Ustadz. 

    Dakwah maknanya sangat luas, dan ceramah hanyalah salah satu metode dalam berdakwah, oke? Dan, menulis adalah salah satu metode lainnya yang efektif untuk berdakwah.

    Beruntung sekali jika Anda menulis dengan hati tulus semata-mata sebagai media dakwah demi kemaslahatan umat. 

    Tujuan baik Anda dalam menulis tentu memiliki nilai tinggi di mata Sang Maha Pencipta serta umat yang menyukai tulisan Anda.

    Melalui tulisan-tulisan yang Anda buat di jalan dakwah sangat berguna untuk memberi pencerahan, pendidikan, ide atau gagasan sebagai bentuk kontribusi atau sumbangasih pemikiran untuk kehidupan umat yang lebih baik.

    Selain itu, menulis untuk berdakwah dapat menjadi ladang pahala jariyah jika tulisan yang Anda buat berguna untuk umat dari waktu ke waktu. 

    Inilah yang membuat Anda tetap melakukannya, yakni untuk berdakwah dan berharap memperoleh pahala jariyah.

    2. Kepuasan batin

    Ketika Anda mulai menulis dan berhasil menyelesaikan tulisan tentu ada rasa puas dalam hati. Apalagi, ketika tulisan Anda dimuat di koran nasional, media besar, atau penerbit mayor sudah pasti bahagianya setengah mati.

    Tetapi, tak usah jauh berangan-angan sampai kesana, sebab kepuasan batin dalam menulis itu didapat ketika Anda berhasil menyalurkan uneg-uneg, pemikiran terdalam Anda menjadi sebuah tulisan.

    Seperti sebuah diary berisi catatan kehidupan seseorang, dia dapat menulis apapun yang ada di pikirannya untuk melepas emosi dalam bentuk curhatan.

    Setelah selesai menulisnya, kepuasan batin pasti tercapai setelahnya.

    Hal itulah yang membuat Anda dapat terus bertahan, sebab menulis rasanya tidak ada beban. Malah memberikan kepuasan batin bagi Anda.

    3. Nama terkenal

    Tidak dipungkiri, menjadi terkenal memang dambaan setiap orang. Bukannya sombong, tapi alangkah lebih indahnya hidup ini jika kita dikenali banyak orang, bukan?

    Coba Anda bayangkan , ketika tulisan Anda berhasil tembus meja redaksi dan dimuat di salah satu koran lokal, regional, bahkan nasional, berapa ribu orang yang membaca tulisan Anda.

    Misalnya saja, ketika koran Suara Merdeka, setiap harinya berhasil menjual lebih dari 5000 eksemplar koran, maka jumlah itu pula yang akan membaca tulisan Anda.

    Jika tulisan Anda memang unik, kreatif, dan mempunyai cara pandang yang berbeda, tidak menutup kemungkinan tulisan Anda akan ditunggu pembaca. Wah, sungguh momen yang membahagiakan!

    Ketika nama Anda sudah semakin terkenal di kancah dunia kepenulisan, hal itu juga mendorong semangat Anda untuk terus menghasilkan karya yang ditunggu-tunggu pengagum karya Anda.

    4. Mendapat honor

    Siapa yang tak butuh uang? Walaupun uang bukan segalanya, tapi semuanya butuh uang, hehehe. Salah satu daya tarik menulis artikel di koran adalah adanya apresiasi untuk para penulis dari luar.

    Nominalnya bervariatif, dari yang puluhan ribu, ratusan ribu, sampai yang jutaan. Setiap koran memang mempunyai kebijakan sendiri terkait dengan honor penulis.

    Bagi seorang mahasiswa yang hidupnya pas-pasan, menulis artikel di koran bisa menjadi solusi untuk mencari uang tambahan.

    Tidak harus menulis dan dimuat di koran, ada banyak media yang siap menampung tulisan Anda asalkan berkualitas dan memilki nilai jual.

    Jika Anda menulis karena hobi, maka Anda akan tampak keren karena Anda menjalankan hobi yang dibayar pula. 

    Oleh sebab itu, mendapat honor dari menulis sangat memacu Anda untuk terus semangat menghasilkan karya yang layak terbit dan memiliki nilai jual.

    5. Bekerja untuk keabadian

    Jika seseorang sudah meninggal, maka usai sudah petualangannya di dunia yang fana ini. 

    Tidak ada yang bisa lagi dia perbuat atau perbaiki, tinggal mempertanggung-jawabkan semuanya di hadapan Tuhan.

    Namun, ada beberapa tokoh, ulama besar, ilmuan, penyair, yang namanya masih disebut-sebut sampai saat ini, tak jarang pula pemikiran-pemikirannya masih dipakai rujukan dalam penelitian-penelitian.

    Nama mereka tidak pernah mati, tapi selalu hidup di dunia ini. 

    Kenapa? Ya, karena mereka meninggalkan karya yang luar biasa semasa hidupnya.

    Tengok saja, ulama besar islam seperti Imam Syafi’i, Ibn Khaldun, Imam Al-Ghazali, dan lainnya. 

    Begitu pun tokoh-tokoh nasional semisal, Bung Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara, Pramoedya Ananta Toer, dan Rendra.

    Nama mereka, kontroversi dan pemikiran-pemikiran mereka masih hidup sampai detik ini. Ya, menulislah, maka kamu akan abadi. 

    Begitu pun pesan yang disampaikan Imam Al-Ghazali, 

    Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis  

    Jika Anda menulis dengan tujuan bekerja untuk keabadiaan, maka hendaknya perlu banyak bersabar. 

    Sebab, menjadi penulis hebat yang dapat menghasilkan karya-karya luar biasa, yang diwariskan dari zaman ke zaman memanglah tidak mudah. 

    Perlu banyak berlatih dan memperbanyak wawasan untuk itu.

    Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadiaan

    -Pramoedya Ananta Toer-

    Nah, itulah sedikit pemaparan dari saya. 

    Akhir kata, semoga Anda yang sedang berjuang untuk konsisten menulis seperti saya, dapat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi sesama.


    Sumber Referensi : Tips dan Trik Menulis Artikel Layak Jual karya Novi Mulyani, Aan Herdiana

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Ketahui 5 Tujuan Menulis Agar Tetap Konsisten"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel