Recent Posts

    Moby Mart | Mini Market Berjalan yang Siap Jemput Pembeli

     

    Sobat pernah ngerasa malas banget buat belanja nggak, sih?

    Dari tempat yang lumayan jauh, antre panjang, cuaca yang tidak mendukung, dan segudang alasan lain yang membuat kita malas keluar untuk berbelanja. Sementara stok belanjaan bulanan sudah hampir habis.

    Tenang, Sob. Saat ini perusahaan asal Cini sedang mengembangkan teknologi baru mini market yang bisa berjalan ke tempat pembeli layaknya Taksi Online.

    Woow! Emang ada, ya? Apa sih yang nggak mungkin di zaman teknologi ini?

    Di Shanghai, Cina, Moby Mart dibuat oleh Wheelys, bersama perusahaan ritel Himalafy dan Hefei University.

    Terobosan baru berupa mini market yang disebut Moby Mart ini bisa menjemput pelanggan dimana pun tempatnya.

    Kerennya lagi, mini market ini bisa beroperasi tanpa layanan manusia, lohh.

    Mini market yang beroperasi selama 24 jam ini berbentuk trapesium yang menyediakan kebutuhan sehari-hari.

    Setiap orang yang ingin mengoperasikan Moby Mart ini harus mengunduh aplikasi yang bernama Moby.

    Moby digunakan untuk mendeteksi keberadaan Moby Mart terdekat agar bisa menuju ke tempat pembeli. Aplikasi ini juga berguna untuk membuka pintu Moby Mart. Canggihnya..!

    Mini market sebesar mini bus ini bisa berjalan dengan tenaga surya. Tidak hanya di siang hari, di malam hari pun Moby Mart juga bisa beroperasi karena memiliki tempat penyimpanan tenaga surya cadangan layaknya baterai.

    Moby Mart juga mengaplikasikan alat pemindai barang belanjaan yang dipilih pembeli.

    Tidak perlu membawa uang, Sob! Pembeli hanya tinggal melakukan pembayaran online menggunakan aplikasi Moby.

    Perkembangan teknologi ini dilatarbelakangi atas keresahan para pengusaha terhadap besarnya pengeluaran gaji karyawan dan sewa tempat.

    Dilansir Shanghaiist, Tomas Mazetti, pendiri Wheelys menuturkan, “Salah satu biaya terbesar untuk membuka bisnis mini market di kota besar seperti Shanghai adalah untuk menyewa tempat dan membayar pegawai. Kami berhasil menghilangkan dua hal tersebut di Moby Mart.”

    Moby Mart mungkin membawa dampak buruk bagi pengangguran. Namun para pengembang Moby Mart berharap ciptaannya solutif bagi wilayah perkotaan yang belum berkembang dan masih terbatas dalam memenuhi kebutuhan makanan berkualitas.

    Pun di pedesaan yang sulit mengakses kebutuhan sehari-hari. Moby juga diciptakan untuk membuat orang mudah berbelanja kebutuhan sehari-hari, ramah lingkungan, mudah di akses, dan murah untuk dioperasikan.

    Moby Mart bukan kreasi inovatif pertama oleh Wheelys. Pada tahun 2015, mereka sempat meluncurkan portable coffee stand (semacam angkringan) di sepeda yang mana orang bisa mengoperasikannya sendiri yang dijual seharga Rp 39,8 juta.

    “Kami memikirkan bagaimana membuat belanja lebih inovatif, efektif, dan murah bagi orang untuk memulai sebuah kafe atau ritel secara umum,” ujar pendiri sekaligus CEO Wheelys, Maria De La Croix.

    Saat ini Moby Mart baru dioperasikan di Shanghai, Cina saja, Sob. Namun dalam masa percobaan, mini market yang menggunakan konsep self-driving grocery store ini dikendalikan dari jauh oleh operator.

    Rencana Moby Mart akan diproduksi lebih banyak hingga tahun-tahun berikutnya.

    Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti Moby digunakan di negara kita, Sob?

     

    Sumber : Kerennya Teknologi Masa Kini : Seri Mengenal Teknologi Masa Kini karya Tim Penulis Smart Media

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Moby Mart | Mini Market Berjalan yang Siap Jemput Pembeli"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel