Recent Posts

    Seberapa Pentingkah Membuat Outline Dalam Penulisan? | Tips Menulis

    Pernah nggak ketika Sobat ingin menulis sesuatu tapi malah mengalami kebingungan? Padahal ide-ide semua sudah ada di kepala.

    Kebingungan yang dialami bisa terjadi entah itu di awal, tengah, atau pun pada saat menjelang akhir proses penulisan.

    Jika itu terjadi pada Sobat, maka saya menyarankan untuk segera membiasakan menulis outline terlebih dahulu.

    Nah, apakah Sobat tahu apa itu outline? Dan seberapa pentingkah outline untuk menunjang proses penulisan?

    Yuk, simak berikut ini.

    Apa itu Outline?

    Mengenai pengertian outline sendiri, saya merasa sulit menemukan pengertian yang akurat dan tepat.

    Namun, secara umum outline bisa dikatakan kerangka karangan yang menggambarkan keseluruhan isi cerita dengan singkat dan sederhana.

    Semakin detail poin-poin yang ditulis dalam outline, maka semakin mudah Sobat mengeksekusinya nanti pada saat proses penulisan.

    Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam membuat outline, yakni harus mencakup garis besar atau inti karangan, lalu ide-ide harus disusun secara terstruktur, sistematis, dan logis.

    Lantas sekarang yang menjadi pertanyaannya, seberapa penting sih membuat outline itu?

    Sebagian orang menganggap membuat outline hanyalah kegiatan yang membuang-buang waktu saja.

    Saya tidak setuju dengan hal itu, bahkan saya bisa katakan outline itu sangat penting, Sob.

    Ada banyak manfaat bagi penulis pemula seperti saya maupun penulis senior yang sudah menerbitkan banyak buku sekalipun.

    Untuk lebih jelasnya, yuk simak apa saja manfaat outline berikut.

    Manfaat Outline

    1. Dengan membuat outline dapat membantu Sobat dalam merumuskan ide-ide, gagasan atau pokok pikiran, yang berhubungan dengan tema.

    2. Dengan menggunakan outline, proses penulisan buku akan jauh lebih terarah. 

    Pada saat Sobat membuat outline, Sobat pasti sudah memikirkan sebaik-baiknya, apa yang akan Sobat tulis? Apa yang akan dijelaskan melalui rangkaian kata-kata? Bagaimana menjelaskannya? Model buku seperti apa yang akan ditulis?

    3. Outline akan membantu pengelolaan susunan gagasan atau pokok pikiran sehingga menjadi lebih teratur dan sistematis, sekaligus dapat digunakan untuk menyeleksi ide-ide atau gagasan tersebut, apakah sudah berkaitan dengan tema yang ditentukan ataukah tidak.

    4. Outline menjadi panduan dalam proses penulisan agar pembahasan tetap pada jalurnya dan tidak melebar ke mana-mana. 

    Selain itu, membuat outline terlebih dahulu akan membantu Sobat untuk tidak membahas topik yang sama beberapa kali.

    5. Outline menghindarkan Sobat dari kemungkinan mengalami writer’s block atau kebuntuan menulis. 

    Seahli apa pun seorang penulis dalam merangkai kata-kata menjadi naskah, tetap ada saatnya ia tidak tahu apa yang harus ditulisnya. 

    Dengan membuat outline terlebih dahulu sebelum mulai proses menulis, Sobat akan sangat terbantu sehingga proses penulisan naskah bebas tanpa hambatan apa pun. 

    Oleh sebab itu, sangat disarankan agar ketika membuat outline juga sekaligus membuat daftar pustaka atau mencantumkan sumber referensi dan data yang akan digunakan. 

    Meski pada praktiknya, tidak menutup kemungkinan writer’s block tetap terjadi. Hanya saja, efeknya tidak akan separah kalau kita tidak membuat outline.

    6. Saat tahap awal, sebuah outline akan sangat membantu Sobat untuk menentukan jenis data dan referensi yang sedang dibutuhkan dalam proses penulisan buku, baik itu berupa buku nonfiksi maupun buku fiksi, termasuk dalam hal ini penulisan sebuah karya ilmiah, sebagai contoh makalah, skripsi, atau tesis.

    7. Dengan adanya outline akan memudahkan kita dalam proses penulisan buku. Proses ini menjadi jauh lebih cepat daripada tidak menggunakan outline. 

    Alasannya, karena semua topik yang akan dibahas sudah tersusun secara sistematis, teratur, dan disertai dengan referensi-referensi yang dibutuhkan. 

    Kita jadi tidak perlu lagi berhenti di tengah jalan hanya untuk berpikir; apa lagi yang akan kita tulis? Kemana mencari bahan referensi? Atau hal-hal lain yang memperlambat proses penulisan naskah.

    Nah, banyak ‘kan manfaat dari membuat outline?

    Saya berharap Sobat Penulis dapat mulai membiasakan untuk mempergunakan outline sebelum memulai proses penulisan, ya.

    Bukan tanpa maksud, dengan adanya outline besar kemungkinan tulisan Sobat dapat selesai lebih cepat daripada menulis tanpa outline.

    Akhir kata, semoga Sobat Penulis dapat tercerahkan untuk segera membuat outline, oke.

    Kedepannya saya akan bagi tips atau cara membuat outline. So, tunggu artikel saya berikutnya, ya. 

    Sekian, terima kasih.


    Sumber referensi : 9 Langkah Cepat Selesaikan Outline Tulisan Fiksi & Nonfiksi karya Monica Anggen

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Seberapa Pentingkah Membuat Outline Dalam Penulisan? | Tips Menulis "

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel