Recent Posts

    Serunya Susur Sungai Di Kaki Gunung Merbabu | Travelling Anti Mainstream

    Sobat yang adventure abizzz, apa kabarmu di akhir-akhir tahun ini?

    Sudah tergapai semua impian kamu di tahun ini? Target untuk menjelajah indahnya Indonesia juga berjalan lancar kan?

    Kali ini saya bakal ngasih satu rekomendasi travelling yang berbeda dari kemarin-kemarin.

    Kali ini bukan hanya tentang menaklukkan tantangan dan memacu adrenalin. Hmmm, kira-kira apa ya?

    Yuk, kita susur sungai.

    Hah? Cuma susur sungai? Eh, tunggu dulu, simak semuanya dan kamu bakal tahu di mana serunya.

    Di sini bakal menemukan aliran air sungai yang jernih khas perairan di kaki pegunungan.

    Rasanya itu adem-adem segar gitu tuh, karena kita bakal menyusuri sungai di kaki gunung Merbabu.

    Apa sih yang istimewa dari susur sungai? Wiiih, jangan salah Sob. Di sini kamu nggak hanya menikmati keindahan alam yang masih segar, air sungai yang jernih, tapi kamu harus berani memanjat tebing hanya dengan berpegang pada seutas tali webbing. Mau mencoba?

    Yuk Mulai!


    Wisata ini memang wisata susur sungai. Sebelum memulai petualangan, yang harus kita siapkan adalah fisik yang prima dan siap mental.

    Perbekalan makanan dan minuman secukupnya, tak perlu pake carrier besar karena daypack saja sudah cukup.

    Lalu yang harus dibawa adalah pakaian yang nyaman untuk bergerak karena nanti bakal butuh gerakan yang ekstrim seperti merangkak dan memanjat tebing dan air terjun.

    Serius? Iya Sob, kita bakal panjat air terjun walaupun yang nggak tinggi banget sih. Penasaran? Oke, yuk kita lanjut.

    Perjalanan dimulai dari basecamp Rempala di desa Ngagrong, Dukuh Wonolelo, Ampel, Boyolali.

    Di sini kamu wajib mendaftarkan diri terlebih dahulu. Nanti untuk penjelajahan akan didampingi oleh seorang guide untuk satu rombongan.

    Jadi jangan blusukan sendirian ya Sob. Guide di sini selain sebagai penunjuk arah, juga sebagai asisten yang bakal membantu rombongan kamu ketika memilih jalur sungai mana yang nyaman untuk dilalui, tebing mana yang aman untuk dipasangi tali lalu dipanjat dan masih banyak lagi.

    Mereka adalah orang yang berpengalaman, penduduk asli di desa tersebut yang ramah dan dengan senang hati membersamai petualangan kamu.

    Mendaki Dengan Seutas Tali


    Di awal kamu bakal menyusuri sungai yang masih alami dan diapit oleh tebing tinggi di kanan dan kiri jalur.

    Makin lama makin terjal yang harus dilalui, sesekali kamu harus merangkak menaiki batu besar yang dialiri arus sungai. Sepatu, sandal, celana bagian bawah sudah mulai basah.

    Ketika perjalananmu terhenti dengan adanya air terjun kecil, maka dengan sigap guide perjalanan kamu akan memanjat lebih dulu, memasang tali webbing lalu kamu dan rombonganmu memanjat tebing air terjun itu satu persatu.

    Di sini kemampuan koordinasi tangan dan kaki serta nyali benar-benar diuji. Kamu cukup bernyali atau tidak untuk berbasah-basahan menerjang air terjun sambil bergelantungan pada seutas tali dan terus merangkak naik. Wooow!

    Kamu bakal bangga sekaligus lega ketika berhasil sampai di atasnya.

    Oke simpan dulu tenaga dan ekspresimu, karena perjalanan turun itu lebih mengerikan daripada ketika mendakinya.

    Pegang Dengan Kuat


    Jelajah di tempat ini sebenarnya aman jika kita berhati-hati dan menuruti apa yang disampaikan oleh guide kita.

    Yakin. Yakinlah bahwa tali yang digunakan itu kuat menahan berat tubuh kita.

    Seringkali penjelajah di lokasi ini ketika sudah setengah jalan mendaki tidak yakin dengan pijakan kakinya atau tali yang dipegangnya lalu melepaskan tangannya dari tali tersebut.

    Jatuh deh akhirnya. So, yakinlah. Bagi yang tidak terbiasa mungkin menakutkan, tapi ketika kamu yakin maka kamu tidak apa-apa.

    Di atasnya air terjun masih ada air terjun lagi. Rute susur sungai ini jika ditelusuri hingga paling ujung sangat panjang.

    Bisa lebih dari 6 jam jalan kaki untuk bisa sampai di ujungnya. Wiiih...

    Tapi tenang saja, kamu boleh memutuskan untuk berhenti di titik mana saja, membuka bekal makanan, beristirahat dan kembali turun.

    Guide yang menyertaimu akan dengan senang hati membersamaimu dalam petualanganmu di sini.

    Penasaran dengan penjelajahan ini? Dateng saja Sob, bisa dibilang tempat ini masih anti-mainstream loh.

     

    Sumber : Jalan-Jalan Yuk : Tempat Wisata Kece Ramah Kantong karya Tim Penulis Smart Media

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Serunya Susur Sungai Di Kaki Gunung Merbabu | Travelling Anti Mainstream "

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel