Recent Posts

    Pengalaman Ditipu Dengan Bukti Transfer M-Banking Palsu

    Pengalaman Ditipu

    Di sini saya akan berbagi pengalaman pahit ketika saya ditipu dengan bukti transfer palsu. Kerugian yang saya alami berjumlah sangat besar bagi saya yang berprofesi sebagai kurir antar makanan.

    Satu buah kamera merek Canon EOS M-100 dan pulsa 300.000 raib dalam hitungan beberapa menit saja. Kalau ditotal kerugian yang saya alami nominalnya berkisar Rp 5.850.000.

    Siapapun yang senasib dengan saya, kena tipu pasti sangat menyesakkan dada. Alih-alih ingin menabung malah buntung.

    Oke, langsung saja saya akan ceritakan kejadian atau bisa dibilang kronologi dari awal sampai akhir kisah saya.

    1.  Posting kamera di FB grup jual beli

    Ketika saya posting kamera bekas yang saya jual di grup jual beli dengan harga Rp 5.000.000 kebanyakan orang menawar dengan kisaran harga 3 jutaan.

    Saya nggak sreg dengan harga segitu, lalu saya ajukan untuk harga diatas 4 juta dan tidak ada yang mau ambil.

    Saya tunggu hingga hari-hari berlalu. Tibalah ada seseorang yang inbox saya dan mau ambil dengan harga tetap yakni Rp 5.000.000 tanpa nego.

    Orang itu bernama Tegar Sanjaya, saya cek kelihatannya akun FB-nya asli. Lalu, orang itu meminta nomor WA saya agar perbincangan menjadi lebih fleksibel. Tanpa ada rasa curiga saya kasih langsung nomor WA saya.

    2.  Berlanjut ke WA

    Perbincangan berpindah dari Inbox FB ke WA. Keanehan mulai saya rasakan, nama FB-nya Tegar Sanjaya tetapi nama kontak WA bertuliskan Ryska Leyon.

    Dalam chat, saya meminta pembayaran secara cash atau tunai. Dia tidak menyanggupinya dengan alasan hanya ada uang elektronik dan dia menyuruh sopirnya untuk mengambil kamera di rumah saya setelah dia mengirim bukti transfer M-Banking.

    Entah kenapa saya mengiyakan apa yang dibicarakannya dan kecurigaan yang saya rasakan tadi luruh begitu saja. Mungkin ini yang biasa orang-orang katakan kena gendam atau hipnotis lewat telepon.

    FYI : *Ryska Leyon ada akun FB asli, dia seorang polisi yang berdinas di Polda yang namanya disalahgunakan oleh penipu. Kata Mas Ryska, saya adalah korban kelima dan penipu itu mengatasnamakan dirinya dalam rentetan aksi penipuan.

    3.  Orang yang mengaku sopirnya datang ke rumah

    Saat sopir datang ke rumah, atasannya yakni penipu sebut saja Tegar seperti nama FB-nya menelepon saya untuk segera menyerahkan kamera ke sopir.

    Saya tidak langsung berikan, namun tidak lama kemudian Tegar mengirimkan bukti transfer M-Banking lewat WA. Tegar menelepon saya kalau dia sedang buru-buru pergi dan ingin kameranya segera diberikan ke sopir.

    Pada saat itu juga saya langsung mengemasi kamera beserta perlengkapannya, lalu langsung menyerahkannya pada sopir. Tak lama sopir itu membawa kamera saya pergi dengan mobilnya.

    Setelah sopir itu pergi, Tegar berkali-kali menelepon saya. Entah kenapa orang itu terus berkata ingin bertemu di suatu tempat mengajak saya bertemu lain waktu.

    Saya mengiyakan permintaannya yang palsu tersebut. Orang itu menelepon lagi ingin dibelikan pulsa sebesar 300.000 untuk istrinya dan mengirimkan bukti transfer lagi ke saya.

    4.  Kecurigaan yang terlambat disadari

    Saya tidak memiliki M-Banking, namun biasanya ketika ada uang transfer masuk ke rekening ada SMS atau e-mail masuk ke HP saya. Dan masih belum ada notifikasi masuk setelah itu.

    Saat itu saya masih percaya dengan bukti transfer yang dikirimkan, tetapi dengan uang segitu banyaknya saya langsung ke mesin ATM terdekat untuk mengecek uang masuk.

    Ketika tahu saldo saya tidak bertambah, saya langsung mengejar mobil yang dikendarai si sopir itu namun naas percuma saja saya kehilangan jejaknya.

    5.  PergI ke bank terdekat

    Saya kirim pesan WA ke Tegar kalau uang transfer belum masuk. Dia mengatakan kalau M-Banking lagi ada gangguan. Saat itu lokasi saya di jalan dekat dengan cabang Bank BRI.

    Saya tanyakan ke petugas bank yang duduk di kursi CS dan ternyata benar M-Banking lagi ada gangguan sejak sore hari.

    Ketika mendengarnya saya dapat bernafas lega, dalam batin saya hanya tunggu waktu saja uangnya masuk ke rekening saya. Lalu, saya pergi ke Alfamart untuk membelikan pulsa pada nomor yang Tegar beri lewat WA sebesar 300.000.

    6.  Nomor diblokir

    Ketika strategi penipuannya berhasil, Tegar mengatakan kalau dia sedang ada di jalan raya mengendarai mobil. Dia bilang kalau ingin bertemu dengan saya di rumah malam ini.

    Tanpa banyak basa-basi saya mengiyakannya. Lama saya menunggu sampai hampir tengah malam dan akhirnya nomor WA saya diblokir.

    Saat itulah saya syok, lalu mulai menyadari betapa bodohnya saya. Namun, sang ibu berusaha menguatkan mental saya yang sempat down dan mengalami stres berat.

    Itulah pengalaman saya ditipu orang di dunia maya. Untuk Anda yang bertransaksi online, berhati-hatilah dalam jual-beli apapun itu barangnya dan seberapa pun jumlahnya.

    Ada banyak sekali macam-macam penipuan yang terjadi. Amankan uang Anda dari penipu yang benar-benar membuat jengkel itu.

    Sekian dari cerita saya, semoga penipu yang masih misteri itu segera tertangkap. Jika memang tidak berhasil ditangkap, pembalasan oleh Yang Maha Kuasa kelak yang akan benar-benar mengadili dengan seadil-adilnya.  

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Pengalaman Ditipu Dengan Bukti Transfer M-Banking Palsu"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel